5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit

5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit
@wongtani - cmk laba

Wongtani.net - Cabai merupakan komoditi yang maknyus harganya dan maknyus perawatanya hehehe...
Sebab mimin sering budidaya beberapa jenis cabai.

Tapi sebenarnya pertanian bagian dari investasi jangka Panjang lur. Di mana keuntungan terbesar dari investasi ini berupa peningkatan kesuburan tanah pertanian jika kita olah dengan baik.


Keuntunganya ketika tanah pertanian kita subur maka tanaman cabe merah yang kita milikipun dapat tumbuh dengan baik dan mampu berproduksi maksimal.  Keuntungan lain dari suburnya tanah juga dapat membuat tanaman cabe merah menjadi efisien dalam menyerap nutrisi yang tersedia di tanah, hasilnya tanaman menjadi kuat dan tidak mudah terserang hama dan penyakit.


Maka dianjurkan penggunaan pestisida, fungisida dan pupuk kimia sintetis dapat ditekan. Sehingga biaya produksi menjadi murah, pada akirnya keuntungan yang didapat dari penjualan hasil panen cabe merah dapat maksimal.

Berikut 5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit :



1. Gunakan Benih Yang Bersertifikat. 


Satu hal dari keberhasilan dalam menanam cabe merah dimulai dari penggunaan benih berkualitas baik. 

Yaitu benih yang terbebas dari penyakit serta telah mendapatkan sertifikat kelayakan dan keamanan dari kementerian pertanian Indonesia.

Saat ini sudah banyak brand benih cabe merah bersertifikat yang bisa didapatkan di toko-toko pertanian maupun di toko pertanian online. Adapun brand atau merek yang sudah umum digunakan petani antara lain " Panah Merah, Known You Seed, Pertiwi, Jawara dan Permata Baru" . Jenisnya sendiri ada dua macam, yaitu cabe merah keriting (CMK) dan cabe merah besar (CMB). 


Lakukan pembibitan terlebih dahulu dengan menggunakan tray selama 21-30 hari. Media tanam yang digunakan berupa campuran pupuk kandang dan sekam bakar atau cocopeat dengan perbandingan 1:1 saja lur...


setelah bibit cukup umur lakukan pemindahan di lahan pembesaran atau polybag dengan jarak tanam 50 X 50 cm.


2. Pupuk Berimbang. 

5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit


Penggunaan pupuk harus secara bijak dilakukan, jangan fokuskan hanya pada pupuk sintetis semata.

tanah membutuhkan unsur lain sebagai proses percepatan penyerapan pupuk sintetis yang sudah diberikan sebelumnya secara intens.

Seperti yang sudah kita ketahui tanah merupakan rumah bagi beragam jenis mikroorganisme, diantaranya;  bakteri, jamur, actinomycetes, nematoda dan protozoa. 

Di mana makanan utamanya berupa bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran ternak dan bangkai hewan. Yang nantinya akan dirombak menjadi senyawa penting penyubur tanah.


Mikroorganisme tersebut juga mampu mengurai bahan-bahan kimia sintetis dan logam berat, untuk itu keberadaannya dapat memperbaiki tanah yang tercemar. 


Tanaman dan mikroorganisme nantinya saling bersimbiosis dalam menyediakan bahan makanan dan menjaga satu sama lain dari berbagai macam serangan penyakit.


Nah, langkah yang bisa dilakukan supaya kesuburan tanah tempat menanam cabe merah dapat meningkat diantaranya: 

  • Tambahkan pupuk kandang dari kotoran kambing sebanyak 30-50ton/ha atau 2-4kg/tanaman. Bila diperlukan ulangi pemberian pupuk kandang setiap 4 bulan sekali dengan takaran 500gr/tanaman.
  • Gunakan Probiotik yang mengandung nitrobacter, nitrosomonas dan jamur mikoriza sebanyak 30-50 kg/ha atau 1-2gr/tanaman. 
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan akan unsur hara makro sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami berikut ini:
  • Sumber N: Kocor tanaman cabe setiap 2 minggu sekali menggunaman fermentasi urin kelinci yang telah diencerkan dengan perbandingan 1:10 sebanyak 250ml/tanaman.
  • Sumber P : Tambahkan tepung tulang yang nantinya dicampur dengan tanah, takarannya 100-250gr/tanaman. Pemberian tepung tulang sebaiknya diulang setiap 3 bulan sekali.
  • Sumber K : Taburkan abu dari pembakaran kayu atau jerami padi dengan dosis 2 sendok makan/tanaman.
Dengan menggunakan pupuk tersebut nantinya tanaman cabe merah bisa tumbuh kuat, sehingga dapat hidup dalam waktu yang lama.

3. Menggunakan Mulsa


Kali ini wongtani sarankan pakai mulsa alami saja lur... tapi banyak fungsinya. Fungsi utama dari jerami padi bisa diibaratkan seperti atap sebuah rumah. Yaitu melindungi tanah dari panasnya sinar matahari sekaligus menjaganya agar tetap lembab.

Kelebihan utama dari jerami padi dibandingkan dengan mulsa plastik diantaranya; mampu menyerap air lebih banyak, menjaga sirkulasi udara di dalam tanah serta merupakan salah satu sumber bahan organik.


Selain itu jerami padi bisa menekan pertumbuhan rumput liar atau gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman cabe merah. Kandungan seratnya yang tinggi juga sangat disukai oleh mikroorganisme khususnya jamur. 


Proses pengomposan jerami padi oleh jamur tersebut nantinya menghasilkan hasil samping berupa Phosphor dan Kalium yang bisa diserap oleh akar tanaman.


4. Prediksikan Waktu Penanaman Yang Matang.


5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit

Salah menentukan waktu tanam, akan berimbas pada jadwal panen dengan harga yang anjlog atau murah.  

Maka dari itu tanamlah cabe tepat pada waktunya.


Anda dapat mensiasatinya dengan cara melihat trend naiknya harga cabe merah pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh pada tahun 2017 dan tahun 2018 harga cabe merah mulai merangkak naik terhitung mulai dari bulan Februari hingga bulan Juni. 


Untuk itu setidaknya lakukan penanam cabe merah pada bulan Oktober atau di akhir musim kemarau.


Untuk panen Januari-Mei 2019 harga sangat drop jauh dibawah standar biasanya. Faktor utama justru karena program bantuan budidaya cabai yang tersebar menyeluruh diberbagai kota sentra cabai, serta tidak adanya pembagian pola tanam daerah sentra waktu itu. 

Namun perlu diperhatikan bahwa harga cabe merah sulit diprediksi dan bisa anjlok hanya dalam hitungan hari. Tapi jangan khawatir, dengan teknik penanaman yang baik dan sehat tanaman cabe bisa berumur panjang, bahkan mencapai 1-2 tahun. 

Sehingga dapat dipastikan dengan menanam cabe merah dengan cara yang benar akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.


5. Lakukan Rotasi Tanaman 


Perlu dulur - dulur ketahui, salah satu penyebab sulitnya mengendalikan penyakit  pada tanaman cabai di lahan adalah maraknya sistem penanaman monocropping ( Yaitu menanam satu jenis sayuran secara terus-menerus sepanjang tahun ). 

Ketika lahan pertanian tidak pernah dilakukan rotasi tanaman, dampaknya jenis mikroorganisme yang hidup di dalam tanah berkurang secara drastis. Akhirnya penghuni tanah hanya didominasi oleh beberapa jenis mikroorganisme tertentu saja. Yang kebanyakan adalah pathogen penyebab penyakit pada tanaman.


Rotasi tanaman sendiri ialah menggilir jenis tanaman yang dibudidayakan di suatu lahan. Apabila lahan sudah pernah ditanami cabe merah, maka lahan tersebut tidak boleh ditanami sayuran dari keluarga Solanaceae seperti; kentang, tomat, terong dan paprika. 


Berikut contoh sederhana rotasi tanaman yang bisa Anda lakukan: Cabe - Kembang Kol - Legum - Jagung - bawang.


Dengan melakukan rotasi tanaman, jenis mikroorganisme yang hidup di dalam tanah menjadi lebih beraneka ragam. Bahkan kebanyakan mikroorgaisme tersebut akan melakukan simbiosis mutualisme dan membantu dalam menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tanaman.


Sebagai bonusnya tanaman cabe merah menjadi sehat, dapat dipanen berkali-kali dan terbebas dari penyakit.


Belum ada Komentar untuk "5 Langkah Menanam Cabe Merah Dengan Panen Berlimpah Serta Terbebas Penyakit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel