Tips Budidaya Cabai Rawit Berbuah Lebat

Tips Budidaya Cabai Rawit Berbuah Lebat
cabai rawit

Wongtani.net - Senang rasanya memiliki tanaman yang subur dan memiliki buah lebat. wong tani petani ndeso dengan pengalaman seadanya akan berbagi tips sederhana bagaimana caranya agar "Cabai Rawit Bisa Berbuah Lebat "


Bagus ya judulnya...hehehe...


Sengaja wong tani buat seperti itu agar wong tani dan dulur - dulur bisa saling belajar bareng tentang budidaya cabai rawit..


sebetulnya untuk meningkatkan produksi buah harus diawali dulu dari persiapan lahan,awal semai, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit lur....



1. Pengolahan Lahan


Sebetulnya cabai rawit adalah tanaman yang juosss dan muantap masalah adaptasinya, jenis cabai ini bisa hidup dan berbuah ditanam di pekarangan - pekarangan yang intensitas cahayanya cenderung rendah, di antara tanaman lain dan yang paling bagus dilahan - lahan terbuka dengan intensitas cahaya yang mantap.

Jika menginginkan hasil yang makasimal, diperlukan pengolahan lahan yang maksimal pula lur...


jadi gini, sebetulnya mudah...tapi kadang mualesnya yang ga ketulungan...


bagusnya sebelum pengolahan lahan, alangkah baiknya kita sudah punya cadangan pudas ( kompos maupun kohe - kohean ) yang sudah di fermentasi.


Buat apa si lur fermentasi - fermentasian, ...? buang - buang waktu aja...


wong tani pernah nyesel ni, pakai kohe yang tanpa melalui masa fermentasi, nyeselnya tu belakangan hehehe...


alasanya gini, saat tanaman terkena penyakit akan sangat sulit dikendalikan lur, persebaranya akan lebih cepat...


Ingat lur penyakit...hehehe bukan hama..


beda lho ya...


kalau hama kebanyakan pada kelas insek, kalau penyakit penyebabnya bisa dari jamur sepengetahuan wongtani aja sob, kalau salah koreksi aja hehe.


itu sob intinya fermentasi dululah untuk pupuk dasarnya.


Setelah fermentasi pupuk kandang atau kompos jadi baru kita bisa aplikasikan dalam pengolahan lahan pada bedengan,


Aduk tanah, bisa dengan manual cara dicangkul maupun pakai mesin sob...bebas aja...


  • Olah Lahan Sebelum Tanam



  • buat guludan/bedengan 100-120cm jarak perbedengan 60-80cm
  • hamburkan pupuk dasar di tengah bedengan mengunakan kotoran ayam merah -+10-20 ton untuk 1 hektar lahan
  • & 1-2 ton kapur dolomit
  • lalu aduk tanah guludan/bedengang dengan kotoran ayam yg sudah di hambur dengan menggunakan MESIN ROTARY
  • rapikan bedengan yang sudah di rotary
  • pasang mulsa
  • lubangi mulsa dengan jarak 50-60cm

2. Penyemaian Bibit


Pada tahap ini jelas cari bibit unggul sob

searching aja, kalau ga lokal yang bagus

Banyak ko bibit rawit yang bagus, jelas utamakan tahan virus dan pathek, serta layu...

ok untuk tahap penyemaian bibit ini ada langkah - langkahnya...


  • siapkan tanah penyemaian dengan di campurkan kotoran ayam dan kapur dolomit 4-1-1/2
  • smprot memakai em5/em4
  • simpan/peram tanah yang sudah di aduk tadi & tutup agar tidak kena hujan -+2 minggu
  • isi polbag kecil dengan tanah yang sudah di peram /di smpan
  • siap kan benih/ biji cabai sebelum di masukan polibag (1) rendam benih cabai -+ 6 jam dengan campuran bawah merah yang sudah di hakuskan (2)lalu masukan benih ke kain basah lalu simpan -+12 jam (u
  • siram polibag yang sudah di isi tanah lalu Letakan benih di polibag bisa 1 biji atau 2 biji
  • hamburkan dengan tanah untuk menutupi benih yang sudah di letakan di polibag.
  • siram secukupnya dan tutup dengan karung / kain agar tidak langsung terkena sengat matahari -+ 2-3 hari smpai benih mengecambah
  • jika suda mengcambah buka karung/kain penutup dan jadikan karung tadi sebagai tudung media semai... siram pagi dan sore .(jangan sampai kekeringan)


3. Penanaman dan Perawatan

ini tahap dimana sobat harus benar - benar intent dalam memperhatikan perkembangan cabai sobat..

adapun langkah - langkah dalam perawatan antara lain :

a. Penanaman

  • bibit cabai yang sudah berdaun 4-6 bisa ditanam -+umur 20-25 hss
  • penanaman di lakukan di pagi - sore hari di usahakan setelah hujan tanah keadaan basah
  • setelah penanaman. lebih baik seprai dengan pestisida kimia / organik.untuj menjaga tanaman cabai dri hama.agar tanaman bisa bertahan hidup.
  • lakukan penyulaman jika ada tanaman yang mati.


b. Perawatan

  • perempelan/pembuangan tunas di lakukan 2 kali di umur cabe 14 hari dan 22-25 hari (pembuangan guna agar makanan dri akar lngsung fokus di batang utama / jika ingin pelihara tunas maximal 2-3 tunas)
  • pemasangan kayu penopang di umur cabai -+20 hst dan cabai di ikat tali umur 30 hst keatas jika cabai sudah bercabang
  • kocor /pemupukan pertama di hari ke 5 stelah tanam. ( pemupukan di lakukan terus dengan jarak 7 hari)
  • pupuk yang di gunakan : npk phonska 2kg + sp 36 2kg + 2 ember pupuk peram organik perdrum 200 liter (untuk smpai umur cabai 30 hst) npk phonska 2kg + sp 36 2kg + kcl 2kg + pupuk peram organik 2ember perdrum 200 liter( untuk umur cabe sudah berbunga smpai habis panen ) Perlubang tanaman kocor 1 gelas -+ 200ml
  • penyemprotan / spray pertiga hari sekali menjaga dari hama ( kutu daun. trips.tungau dll) (mengunakan insektisida + fungisida + pupuk daun calcium + perekat ) dan bisa menggunakan pestisida nabati, pemakaian bisa selang - seling atau bergilir dan bergantian sob...

itu sob cara simple perawatan cabai khususnya rawit agar berbuah lebat

Belum ada Komentar untuk "Tips Budidaya Cabai Rawit Berbuah Lebat "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel