Penanganan Patek Pada Tanaman Cabai

 wongtani.net - Penanganan Patek Pada Tanaman Cabai - Salah satu penyakit yang sulit dikendalikan pada tanaman cabai jika sudah menginfeksi beberapa tanaman di lahan adalah Patek. Apa si penyakit patek pada cabai ? Patek ( Antraknosa ) pada tanaman cabai penyebabnya adalah berupa serangan dari cendawan atau jamur Colletrotrichum capsici atau Gloesporium piperatum. Serangan Jamur tersebut terbilang sangat ganas pada saat memasuki musim hujan. Cendawan C. capsici akan menginfeksi cabai dalam hitungan sangat cepat dan efeknya akan membentuk bercak hitam kecokelatan pada cabai - cabai yang terserang.

Banyak diantara petani - petani cabai yang baru mengawali karirnya belum bisa mendeteksi sejak dini kedatangan penyakit yang cukup ganas di dunia percabaian. Berikut wong tani akan berikan contoh beberapa tanaman yang terkena patek. ( note - lihat jeli mana yang terkena patek, amati ujung cabainya yng berwarna cokelat )

cabai yang terkena patek

cabai yang terkena patek

cabai yang terkena patek

Tentang Patek Pada Cabai

Setelah mengamati tanaman yang terserang patek diatas, kita bisa belajar ( khusus petani cabai yang masih baru ). Dari situlah awal penyakit tersebut bisa berkembang pesat jika tidak dikendalikan dari awal. Lahan yang wongtani photo baru terkena di 3 tanaman tersebut, jika 1-2 hari tidak ada penanganan serius kemungkinan satu minggu yang akan datang bisa menjalar kebanyak tanaman lain. Persebarannya melalui udara, percikan hujan, sentuhan dan serangga lainya.

Seperti yang wontani.net pelajari dari situsnya pertanianku.com menjelaskan bahwa :

serangan penyakit patek akan tetap berlangsung, buah cabai akan menjadi kering dan mengerut seperti mumi. Sementara, cendawan G. piperatum akan menyerang cabai sejak buahnya masih hijau dan menyebabkan buahnya mati ujung (die back). Buah cabai yang sudah terserang cendawan akan tampak membesar, membentuk lingkaran konsentris.

Anda bisa melakukan beberapa pencegahan penyakit patek. Salah satunya dilakukan dengan membuat jarak penanaman yang tidak terlalu rapat. Jarak antarbaris yang sebaiknya digunakan dalam satu bedengan minimal 60 cm. Penanaman semakin baik jika dilakukan dengan cara zigzag sehingga membentuk segitiga.

Sistem penanaman zigzag dengan jarak yang lebar berfungsi untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik sehingga tingkat kelembapan tetap terjaga. Hal ini disebabkan sinar matahari akan leluasa masuk di antara sela-sela dedauan dan menyebabkan pertumbuhan laju penyakit menjadi rendah. Keuntungan lain dari sistem penanaman ini adalah laju fotosinesis pohon meningkat karena tidak ada pohon yang saling menaungi sehingga buah yang tumbuh menjadi besar.

Berikut ada tips dari wongtani tentang cara menangani patek pada cabai.

Penangan Patek Pada Cabai ( CMK )

Untuk penanganan Patek,lakukan pengamatan setiap hari. Langsung spray tanaman yg terkena Patek hari itu juga,kemudian spray juga tiga tanaman yag ada disamping kanan dan kiri.

Menangani Patek pada CMK

  • Penyemprotan ini diluar jadwal rutin penyemprotan.
  • Benyemprotan pada spot2 tanaman yg terkena diulang kembali esok harinya apabila belum tiba jadwal penyemprotan rutin.
  • Pengamatan dan penanganan harian berguna untuk mencegah penularan lebih luas.
  • Tekankan pada tenaga petik untuk mengamati patek saat panen.
  • Jangan perbolehkan tenaga panen untuk memetik buah yg terkena ataupun cabe yg matang di sekitar tanaman yg terkena Patek.
  • Hal ini purlu dilakukan agar spora tidak menyebar ke tanaman lain.
  • Spray dahulu tanaman yg terkena,biarkan larutan kering,petik cabe yg terkena Patek oleh tenaga khusus,bakar buah yang terkena.
List diatas hanya tips yang telah dilakukan selama ini, adapun teknik lain memakai Bahan Aktif apa saat penyemprotan dan cara lainya akan wongtani sampaikan di postingan berikutnya.

Penutup

Itulah sob sedikits tips bagaimana cara penanganan patek pada tanaman cabai.

Belum ada Komentar untuk "Penanganan Patek Pada Tanaman Cabai "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel