Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

cara budidaya cabe rawit shypoon

Cabe Rawit ShypoonSource: bing.com

Pendahuluan

Cabe rawit shypoon merupakan salah satu jenis cabe yang mulai diminati oleh banyak orang karena kepedasan dan bentuknya yang unik. Cabe ini memiliki warna hijau muda dengan kulit yang tipis dan sedikit keriput. Untuk Anda yang ingin mencoba budidaya cabe rawit shypoon, berikut adalah panduan cara budidaya cabe rawit shypoon yang mudah diikuti.

Persiapan Tempat Tanam

Pemilihan Lokasi

Sebelum memulai budidaya cabe rawit shypoon, pastikan Anda telah memilih lokasi yang cocok untuk menanamnya. Pilih tempat yang terkena sinar matahari langsung dan memiliki drainase yang baik. Tanah yang ideal untuk menanam cabe rawit shypoon adalah tanah yang gembur, subur, dan kaya akan nutrisi.

Persiapan Lahan

Setelah memilih lokasi yang tepat, persiapkan lahan dengan membersihkan gulma dan bebatuan yang ada di dalamnya. Buatlah bedengan dengan ukuran 1 x 10 meter dan jarak antar bedengan sekitar 50 cm. Berikan jarak sekitar 30 cm antar lubang tanam.

Mulai Menanam

Pemilihan Benih

Pilihlah benih cabe rawit shypoon yang berkualitas atau benih yang telah teruji dan terpercaya. Pastikan benih yang akan Anda tanam bebas dari hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman.

Penanaman

Tanam benih cabe rawit shypoon pada lubang tanam yang telah disediakan dan tutup dengan tanah. Jangan lupa untuk memberikan pupuk organik agar tanaman cabe rawit shypoon tumbuh subur dan sehat. Lakukan penyiraman secara teratur.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman cabe rawit shypoon terdiri dari beberapa hal, yaitu:

  • Jaga kelembapan tanah dengan cara melakukan penyiraman rutin.
  • Lakukan pemangkasan pada cabang atau daun yang sudah mati atau rusak.
  • Beri pupuk secara berkala agar tanaman tetap subur dan produktif.
  • Perhatikan kondisi tanaman dan apabila terdapat hama atau penyakit, segera ambil tindakan yang tepat.

Panen dan Pasca Panen

Panen

Panen cabe rawit shypoon dilakukan setelah tanaman sudah mencapai masa panen. Masa panen cabe rawit shypoon adalah sekitar 3-4 bulan setelah penanaman. Pilihlah buah cabe rawit shypoon yang sudah matang secara merata dan tangkainya kuat.

Pasca Panen

Setelah cabe rawit shypoon dipanen, simpanlah cabe rawit shypoon dalam tempat yang bersih dan kering agar tidak cepat busuk. Cabe rawit shypoon bisa dijadikan bahan masakan atau dijual untuk meningkatkan pendapatan Anda.

FAQ

1. Apakah cabe rawit shypoon cocok untuk ditanam di daerah tropis?

Ya, cabe rawit shypoon cocok untuk ditanam di daerah tropis seperti Indonesia.

2. Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabe rawit shypoon?

Anda dapat menggunakan pestisida organik atau cara lain yang ramah lingkungan untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabe rawit shypoon.

Kesimpulan

Budidaya cabe rawit shypoon adalah kegiatan yang menyenangkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Dengan langkah yang mudah diikuti, Anda bisa menanam cabe rawit shypoon untuk kebutuhan rumah tangga atau bisnis Anda. Jangan lupa untuk memperhatikan perawatan tanaman dan menjaga kebersihan lahan tanam agar tanaman cabe rawit shypoon tumbuh subur dan sehat.

DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Koeswara, S. 2005. Metode Praktis Perbanyakan Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.
Zamzami, M. 2011. Panduan Budidaya Cabe Rawit. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Posting Komentar untuk "cara budidaya cabe rawit shypoon"